Oleh : Tarsudi
Jum’at ,29 Djulhijah 1435 H / 24 Oktober 2014/
05:00
Assalamualaikum wr.wb......
Sebagai seorang yang hidup diperantauan,
rasanya kangen dengan kampung halaman merupakan hal yang semua orang pasti rasakan,
seperti halnya saya juga. Mengadu nasib
di kota – kota besar demi mencari sesuap nasi dan berharap akan kehidupan yang
lebih baik, kadang merasa kangen akan suasana kampung itu, ketika kita sudah
jauh meninggalkanya, apalagi bagi orang yang kerja sampai keluar negeri, aduuh
tak terbayangkan....!!! biasanya kita luapkan rasa itu tatkala mudik lebaran,
banyak cara yang dilakukan demi bisa pulang kekampung halamanya masing –
masing.
Ada banyak kisah yang saya alami, tentang kota
kelahiranku sendiri ketika hidup
diperantauan. Mungkin kenapa saya menulis judul “ oh Indramayu, aku benci tapi
rindu” ini adalah kisah nyata yang saya alami semoga bisa memberi manfaat dan
pelajaran baik buat teman – teman sekalian, wabil khusus buat “wong reang jeh”,
itu adalah ciri khas bahasa yang mungkin
sebagian kalian merasa tertawa sendiri dan plus bangga ketika mendengar
interaksi orang – orang Indramayu di perantauan...hehe.
Btw, awal kisah saya telah lulus sekolah
disalah satu sekolah SMK Negeri yang ada disalah satu kota Indramayu yang ga
ngetop – ngetop amat, sekitar tahun 2008. Alhamdulillah saya telah lulus dengan nilai ujian yang
cukup lumayan, yah...walau tidak tau hasil pikiranku sendiri or ada bantuan,
hehe..’biasanya yang ketawa tau deh...?!
Ketika itu, saya ikut mencoba untuk mengadu
nasib, degan ikut test kerja disalah
satu sekolah swasta di Tegal. Dengan berharap bisa dapat bekerja diperusahaan
otomotif terbesar diIndonesia. Alhamdulillah ketika perjuangan test aku ikuti
kurang lebih selama 2 minggu akhirnya dari 200 peserta lebih dari Indramyu,
hanya 2 orang saja yang lulus, termasuk saya juga tidak lulus, “nasib oh nasib”. Akupun tak putus asa, coba mencari
kerjaan lain diIndramayu, dengan menaruh
lamaran disana sini, dan ternayata tak
satupun yang di lirik dari lamaran yang kutaruh...”oh Indramayu, kota kaya
minyak tapi sangat susah buat
penghuninya untuk mencari kerjaan”. Gumam saya, sambil meratapi nasib. Hendak
apa mau dikata, akhirnya saya jadi pengacara ( pengangguran banyak acara )
selam 5 bulan lebih.
| kilang minyak terbesar, tapi tidak menjamin sejahtera |
Dan kuakhiri masa pengacara itu, dengan
mencoba merantau ke kota Jakarta, dari menjadi pengasong, jadi tuang galon,
jadi kernet truk, sampai terakhir jadi teknisi, alhamdulillah sesuai dengan
bidang yang saya geluti, ya walau beda – beda sedikit makna teknik sama
mekanik...hehe”
Banyak kisah yang saya alami sahabat “wong
dermayu...!!! dari banyak kerja yang saya singgahi. Ngasaa goloook, eh
salah..?! masya Allah...hampir semua penilaian orang luar sana, tentang kota Indramayu ga ada bagusnya “sedulur”, saya
kadang merasa minder, apa seburuk itu orang menilai kota Indramayu, dari
segelintir orang jadi kena semua imbasnya, ada salah apa pada kotaku ini
sahabat, apa pemimpine ? apa masyarakate ? apa sing baca artikel kien ? hehe.
Yah coba pikirna dewek – dewek ya sedulur, intropreksi dewek bae ya lur, jare
mang Tarkam_mah jeh !!!
Tapi dari kejadian – kejadian diatas,
Alhamdulillah lantas saya tidak pernah menutupi identitas diri setiap ditanya
orang mana, karena saya masih merasa bangga dengan tanah kelahiranku sendiri
sahabat, biarpun penilaian orang lain buruk, jadikan itu semua sebagai tombak penyemangat
untuk menjadi lebih baik. Insha Allah...
![]() |
| inilah potret kehidupan masyarakat Indramayu, jauh tertinggal. |
Pernah aku alami kejadian yang membuat saya
merasa bangga. Ketika itu saya bekerja di salah satu perusahaan supplier
direstoran Pizza hut sebagai teknisi pendingin. Saat itu saya lagi perbaikan
mesin untuk pendingin makanan, tiba – tiba managernya bertanya, “orang mana mas
? aku jawab “ orang Indramayu pak !!! diapun menyaut “ooh orang Indramayu ya,
saya baru ngeliat loh orang Indramayu
jadi Teknisi. ?! pikir dia, biasa melihat orang Indramayu jadi pengasong, jual
gorengan, sopir angkot dan taxi, yang lebih parah lagi sebagai PSK. Katanya !!!
diapun ikut merasa shalut dan bangga, sayapun sakan merasa dihormati. Karena biasanya
orang kalau sudah tau Indramayu rasanya sudah pesimis duluan, pasti penilaianya
buruk, tapi kitapun tidak bisa menampik fakta itu, karena semua sudah menjadi
image yang lumayan susah untuk dihilangkan. Mungikm bener juga ada pepatah yang
mengatakan “Intan tetap katone tembelek”, apa maksud dari pepatah tersebut ?
Biasanya orang sepandai, sealim apapun tapi kalau hidup di Indramayu pasti
tidak bakal dihargai, tidak bakal dihormati, tidak bakal disegani.
Katanya...dan syapun coba survei dari pepatah tersebut, ternyata ada benernya
juga sih. Coba kita lihat, adakah kiyai yang ada di Indramayu sampai dihormati
seperti rasa hormatnya masyarakat Cirebon ? jawabnya ; kita durung nemoni
luuurrr...hehe.
Dari kejadian diatas lantas siapa yang di
salahkan sahabat ? dari masalah ketersedeiaan lapangfan kerja, banyaknya
pengangguran, banyaknya Psk, hingga tak jarang TKW diluar sana yang disiksa
dari Indramayu. Permasalahan itu tidak mungkin kalau tidak ada hukum sebab
akibat, ada sebab pasti ada akibatnya. Mungkin ini menurut saya, salah satu
faktor akibatnya adalah pendidikan ( silahkan terjemahkan sesdiri masalah
pendidikan ). Karena dengan pendidikan kita bisa dihormati dan saling
menghormati, karena dengan pendidikan kita tidak akan melihat banyak pekerja
Psk, karena dengan pendidikan kita tidak akan bekerja merantau jauh sampai keluar
negeri hanya menjadi babu, karena dengan pendidikan kita tidak bisa dibodohi
dengan kerudung yang ada gambar orangnya/baju koko yang ada lambang partainya,
karena kita dengan pendidikan bisa mengawasi para pemimpin – pemimpim yang
dzholim. So, cintailah negerinya sendiri seburuk apapun itu, karena bangsa yang
besar/maju adalah bangsa yang mencintai dan menghargai negerinya sendiri, kalo
bukan kita siapalagi !!! orang Amerika ? Israil ? Malasyia ? ya tidak mungkin
lah...”! Kita dicuri salah satu kebudayaanya saja riweh bukan kepalang. Ya
itulah Masyarkat kita, cuman bisanya berkoar – koar dan ikut ribut sana sini yang tidak tau titik permaslahanya,
ingin mencintai tapi tidak mau menjaga dan melestarikanya, setelah hilang baru
ributnya bukan kepalang.
“aja isin dadi wong dermayu” tetap berjuang
untuk masa depan yang lebih baik, tahun ini presiden bukan orang Indamayu, kita
lihat tahun depan. Bating !!! hehe”.
Jangan sampai. Tidak lain kuncinya adalah belajar, belajar, dan terus belajar,
buat orang Indramayu jangan patah semangat untuk sekolah, walaupun kerja tetap
sekolah menjadi perioritas utama, agar kelak tak ada kata “orang Indramayu
banyak Jablainya”.
Mungkin cukup sampai disini saja tulisan ini
saya buat,mohon maaf apabila ada salah kata, penyebutan profesi, jabatan,
karena sejujurnya saya tidak bermaksud untuk mnyinggung semua itu, tapi ini
adalah salah satu pesan unek – unek yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat
Indramayu dari pengalaman – pengalaman yang selama ini saya rasakan.
Semoga bermanfaat...!!!!
sumber foto : image indramayu.com
Wassalamualaikum wr.wb


boleh maning bae...
BalasHapus