Home

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Selasa, 09 Desember 2014

"Oh Indramayu, aku benci tapi rindu”




Oleh : Tarsudi
Jum’at ,29 Djulhijah 1435 H / 24 Oktober 2014/ 05:00
Assalamualaikum wr.wb......
Sebagai seorang yang hidup diperantauan, rasanya kangen dengan kampung halaman merupakan hal yang semua orang pasti rasakan, seperti  halnya saya juga. Mengadu nasib di kota – kota besar demi mencari sesuap nasi dan berharap akan kehidupan yang lebih baik, kadang merasa kangen akan suasana kampung itu, ketika kita sudah jauh meninggalkanya, apalagi bagi orang yang kerja sampai keluar negeri, aduuh tak terbayangkan....!!! biasanya kita luapkan rasa itu tatkala mudik lebaran, banyak cara yang dilakukan demi bisa pulang kekampung halamanya masing – masing.
Ada banyak kisah yang saya alami, tentang kota kelahiranku sendiri  ketika hidup diperantauan. Mungkin kenapa saya menulis judul “ oh Indramayu, aku benci tapi rindu” ini adalah kisah nyata yang saya alami semoga bisa memberi manfaat dan pelajaran baik buat teman – teman sekalian, wabil khusus buat “wong reang jeh”, itu  adalah ciri khas bahasa yang mungkin sebagian kalian merasa tertawa sendiri dan plus bangga ketika mendengar interaksi orang – orang Indramayu di perantauan...hehe.
Btw, awal kisah saya telah lulus sekolah disalah satu sekolah SMK Negeri yang ada disalah satu kota Indramayu yang ga ngetop – ngetop amat, sekitar tahun 2008. Alhamdulillah  saya telah lulus dengan nilai ujian yang cukup lumayan, yah...walau tidak tau hasil pikiranku sendiri or ada bantuan, hehe..’biasanya  yang ketawa tau deh...?!
Ketika itu, saya ikut mencoba untuk mengadu nasib, degan ikut test  kerja disalah satu sekolah swasta di Tegal. Dengan berharap bisa dapat bekerja diperusahaan otomotif terbesar diIndonesia. Alhamdulillah ketika perjuangan test aku ikuti kurang lebih selama 2 minggu akhirnya dari 200 peserta lebih dari Indramyu, hanya 2 orang saja yang lulus, termasuk saya juga tidak lulus,  “nasib oh nasib”. Akupun tak putus asa, coba mencari kerjaan lain diIndramayu, dengan  menaruh  lamaran disana sini, dan ternayata tak satupun yang di lirik dari lamaran yang kutaruh...”oh Indramayu, kota kaya minyak  tapi sangat susah buat penghuninya untuk mencari kerjaan”. Gumam saya, sambil meratapi nasib. Hendak apa mau dikata, akhirnya saya jadi pengacara ( pengangguran banyak acara ) selam 5 bulan lebih. 
kilang minyak terbesar, tapi tidak menjamin sejahtera

Dan kuakhiri masa pengacara itu, dengan mencoba merantau ke kota Jakarta, dari menjadi pengasong, jadi tuang galon, jadi kernet truk, sampai terakhir jadi teknisi, alhamdulillah sesuai dengan bidang yang saya geluti, ya walau beda – beda sedikit makna teknik sama mekanik...hehe”
Banyak kisah yang saya alami sahabat “wong dermayu...!!! dari banyak kerja yang saya singgahi. Ngasaa goloook, eh salah..?! masya Allah...hampir semua penilaian orang luar sana, tentang  kota Indramayu ga ada bagusnya “sedulur”, saya kadang merasa minder, apa seburuk itu orang menilai kota Indramayu, dari segelintir orang jadi kena semua imbasnya, ada salah apa pada kotaku ini sahabat, apa pemimpine ? apa masyarakate ? apa sing baca artikel kien ? hehe. Yah coba pikirna dewek – dewek ya sedulur, intropreksi dewek bae ya lur, jare mang Tarkam_mah jeh !!!
Tapi dari kejadian – kejadian diatas, Alhamdulillah lantas saya tidak pernah menutupi identitas diri setiap ditanya orang mana, karena saya masih merasa bangga dengan tanah kelahiranku sendiri sahabat, biarpun penilaian orang lain buruk, jadikan itu semua sebagai tombak penyemangat untuk menjadi lebih baik. Insha Allah...
inilah potret kehidupan masyarakat Indramayu, jauh tertinggal.
Pernah aku alami kejadian yang membuat saya merasa bangga. Ketika itu saya bekerja di salah satu perusahaan supplier direstoran Pizza hut sebagai teknisi pendingin. Saat itu saya lagi perbaikan mesin untuk pendingin makanan, tiba – tiba managernya bertanya, “orang mana mas ? aku jawab “ orang Indramayu pak !!! diapun menyaut “ooh orang Indramayu ya, saya baru  ngeliat loh orang Indramayu jadi Teknisi. ?! pikir dia, biasa melihat orang Indramayu jadi pengasong, jual gorengan, sopir angkot dan taxi, yang lebih parah lagi sebagai PSK. Katanya !!! diapun ikut merasa shalut dan bangga, sayapun sakan merasa dihormati. Karena biasanya orang kalau sudah tau Indramayu rasanya sudah pesimis duluan, pasti penilaianya buruk, tapi kitapun tidak bisa menampik fakta itu, karena semua sudah menjadi image yang lumayan susah untuk dihilangkan. Mungikm bener juga ada pepatah yang mengatakan “Intan tetap katone tembelek”, apa maksud dari pepatah tersebut ? Biasanya orang sepandai, sealim apapun tapi kalau hidup di Indramayu pasti tidak bakal dihargai, tidak bakal dihormati, tidak bakal disegani. Katanya...dan syapun coba survei dari pepatah tersebut, ternyata ada benernya juga sih. Coba kita lihat, adakah kiyai yang ada di Indramayu sampai dihormati seperti rasa hormatnya masyarakat Cirebon ? jawabnya ; kita durung nemoni luuurrr...hehe.
Dari kejadian diatas lantas siapa yang di salahkan sahabat ? dari masalah ketersedeiaan lapangfan kerja, banyaknya pengangguran, banyaknya Psk, hingga tak jarang TKW diluar sana yang disiksa dari Indramayu. Permasalahan itu tidak mungkin kalau tidak ada hukum sebab akibat, ada sebab pasti ada akibatnya. Mungkin ini menurut saya, salah satu faktor akibatnya adalah pendidikan ( silahkan terjemahkan sesdiri masalah pendidikan ). Karena dengan pendidikan kita bisa dihormati dan saling menghormati, karena dengan pendidikan kita tidak akan melihat banyak pekerja Psk, karena dengan pendidikan kita tidak akan bekerja merantau jauh sampai keluar negeri hanya menjadi babu, karena dengan pendidikan kita tidak bisa dibodohi dengan kerudung yang ada gambar orangnya/baju koko yang ada lambang partainya, karena kita dengan pendidikan bisa mengawasi para pemimpin – pemimpim yang dzholim. So, cintailah negerinya sendiri seburuk apapun itu, karena bangsa yang besar/maju adalah bangsa yang mencintai dan menghargai negerinya sendiri, kalo bukan kita siapalagi !!! orang Amerika ? Israil ? Malasyia ? ya tidak mungkin lah...”! Kita dicuri salah satu kebudayaanya saja riweh bukan kepalang. Ya itulah Masyarkat kita, cuman bisanya berkoar – koar dan  ikut ribut sana sini yang tidak tau titik permaslahanya, ingin mencintai tapi tidak mau menjaga dan melestarikanya, setelah hilang baru ributnya bukan kepalang.
“aja isin dadi wong dermayu” tetap berjuang untuk masa depan yang lebih baik, tahun ini presiden bukan orang Indamayu, kita lihat tahun depan. Bating  !!! hehe”. Jangan sampai. Tidak lain kuncinya adalah belajar, belajar, dan terus belajar, buat orang Indramayu jangan patah semangat untuk sekolah, walaupun kerja tetap sekolah menjadi perioritas utama, agar kelak tak ada kata “orang Indramayu banyak Jablainya”.
Mungkin cukup sampai disini saja tulisan ini saya buat,mohon maaf apabila ada salah kata, penyebutan profesi, jabatan, karena sejujurnya saya tidak bermaksud untuk mnyinggung semua itu, tapi ini adalah salah satu pesan unek – unek yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat Indramayu dari pengalaman – pengalaman yang selama ini saya rasakan.
Semoga bermanfaat...!!!!

sumber foto : image indramayu.com 

Wassalamualaikum wr.wb 

1 komentar: