TUGAS MANDIRI
MEMAHAMI ADMINISTRASI DALAM PENDIDIKAN
DOSEN
PENGAMPU : BPK.HENDRAWAN ISKANDAR, M,Pd
No
|
Nama
|
Nik
|
Nim
|
1
|
TARSUDI
|
-
|
A.1.12.1143
|
PROGRAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN TARBIYAH
UNIVERSITAS
DHARMA KUSUMA
SEGERAN –
INDRAMYU
2014
Jl.KH.Hasyim Asyari,
no.1/1 Ds.Segeran Kidul, Kec.Juntinyuat - Indramayu 45282
____________________________________________________________________________________
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan berbagai nikmat, salah satu dapat menyelesikan tugas
mandiri ini, sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada jungjungan nabi
besar kita Muhammad SAW smoga kelak kita menadpatkan sfaatnya di yaumul kiamah
nanti. Amiin..
ucapkan terimakih juga kami sampaikan kepada :
1. Bpk.HENDRAWAN, M selaku dosen mata
kuliah Administrasi pendidikan
2. Teman – teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas mandiri ini
3. Serta pihak – pihak lain yang turut serta dalam pembuatan tugas mandiri ini
2. Teman – teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas mandiri ini
3. Serta pihak – pihak lain yang turut serta dalam pembuatan tugas mandiri ini
Pemhaman akan Administrasi amatlah sangat penting buat kita yang akan menjadi Guru,
maka dari itu kami mencoba mencari dan memahami
tentang Administrasi pendidikan ini semata – mata untuk bisa dijadikan
rujukan atau pegangan kelak menjadi seorang Guru sekolah.
Kami menyadari akan kekurangan dan
keterbatasan isi tugas mandiri ini namun
dengan segala kemampuan yang ada, insha Allah kami mencoba menguraikan dan
menjelaskan isi materi ini dari berbagai rujukan dengan baik. Dan kamipun siap
menampung segala kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kelancaran dan
perbaikan tugas Mandiri ini. “tidak ada gading yang tak retak, tidak ada
kesempurnaan kecuali hanya milik Allah semata”
Semoga bermanfaat.
Senin, 09 Juni 2014
Tarsudi
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................................
BAB.I. PENDAHULUAN........................................................................................
1. LATAR BELAKANG...........................................................................................
BAB.II. PEMBAHASAN..........................................................................................
1. PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN...............................................
2. KONSEP MENEGEMENT DALAM KONTEKS ADMINISTRASI PENDIDIKAN.....................................................................................
3. TUJUAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN.........................................................
4. FUNGSI ADMIINISTRASI PENDIDIKAN.........................................................
BAB. III. PENUTUP.................................................................................................
1. KESIMPULAN......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................
______________________________________________________________________________
BAB.I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Di lingkungan
setiap lembaga pendidikan formal terdapat sejumlah manusia, baik yang
berkedudukan sebagai pemimpin maupun sebagai tenaga pelaksana. Mereka tidak
cukup dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan mengenani bidang pendidikan
saja, akan tetapi harus dibekali pula dengan kemampuan bekerjasama dan
kemampuan mengarahkan kerjasama itu guna mencapai tujuan lembaga pendidikan
masing-masing.
Di dalam realitasnya setiap petugas pendidikan termasuk juga para guru
harus mampu mengarajkan pandangannya jauh ke depan dengan menggunakan
pengetahuan dan pengalaman-pengalaman yang telah dimilikinya agar mampu
mewujudkan tugas-tugasnya secara kreatif. Kemampuan itu tidak hanya mengenai
usaha pengembangan metode dan alat sesuai dengan sifat bidang kerjanya, akan
tetapi juga menyangkut aspek-aspek yang berkenaan dengan pengendalian kerjasama
yang memungkinkan tujuan tercapai secara efektif. Pengendalian kerjasama itu
berkenaan dengan berbagagi kegiatan seperti : Perencanaan, pengorganisasian,
pemberian bimbingan/pengarahan, koordinasi, kontrol/evaluasi dan pewujudan
komunikasi yang terarah secara maksimal pada pencapaian tujuan bersama. Dengan kata
lain setiap petugas pendidikan di lingkungan lembaga pendidikan formal tidak
saja akan terlibat dalam kegiatan kependidikan secara profesional, akan tetapi
terlibat juga dalam kegiatan administrasi yang mengharuskakn mereka memiliki
pengatahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keahlian (expertness) dalam
menyusun perencanaan, melakukan pengorganisasian, pemberian
bimbingan/pengarahan dan koordinasi.
Kemampuan itu diperlukan oleh setiap petugas
pendidikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pencapaian tujuan di
lingkungan dan lembaganya masing-masing.
BAB. II
PEMBAHASAN
A. Pengertian pendidikan
Berdasarkan etimologi “administrasi” berasal dari bahasa
latin yang terdiri dari kata intensif dan ministrare artinya melayani, membantu atau
mengarahkan. Jadi pengertian administrasi adalah melayani secara intensif. Dari perkataan “administrare” terbentuk kata benda
“administrario” dan kata “administrauus” yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris
yakni “administration” [1]. Selain itu dikenal juga kata “administratie” yang berasal
dari kata belanda, namun memilki arti yang lebih sempit, sebab terbatas pada
aktivitas ketatatusahaan yaitu kegiatan penyusunan dan pencatatan keterangan
yang diperoleh secara sistematis. Administrasi sering dikaitkan dengan
aktivitas administrasi perkantoran yang hanya merupakan salah satu bidang dari
aktivitas adminstrasi yang sebenarnya.
Ditinjau dari katanya, administrasi mempunyai arti sempit
dan arti luas. Dalam arti sempit diartikan sebagai kegiatan pencatatan data,
surat-surat informasi secara tertulis serta penyimpanan dokumen sehingga dapat
dipergunakan kembali bila diperlukan. Dalam hal ini kegiatan administrasi
meliiputi pekerjaan tata usaha. Dalam arti luas, administrasi menyangkut
kegiatan manajemen/pengelolaan terhadap keseluruhan komponen organisasi untuk
mewujudkan tujuan/program organisasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
pekerjaan administrasi merupakan pekerjaan operatif dan manajemen.
Sedangkan administrasi pendidikan merupakan perpaduan dari
dua kata, yakni “administrasi” dan “pendidikan”. Pada hakekatnya administrasi
pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau dalam
pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha praktek-praktek pendidikan.
Administrasi sekolah merupakan salah satu bagian dari administrasi pendidikan,
yaitu administrasi pendidikan yang dilaksanankan di sekolah. Salah satu alat
administrasi sekolah adalah tata usaha.
B.
Konsep
management dalam konteks Administrasi pendidikan
Istilah
manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu “manage” yang berarti
mengelola, membina, mengendalikan, mengatur, menata ataupun menangani. Di bawah
ini ada beberapa pendapat tentang arti dari manajemen sebagai berikut: G.R. Terry (1977: 4) yang mengemukakan: “Management
is a district process consisting of planning, organizing, actuating, and
controlling, performed to determine and accomplish stated objectives by the use
of human beings and other resources” (Manajemen adalah suatu proses
tertentu yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan yang
telah ditetapkan dengan menggunakan manusia/orang-orang dan sumber daya
lainnya). Harold Koontz dan Cyril
O. Donnel (1976:67): menyebutkan bahwa : “Management is getting done, through
other people” (manajemen adalah penyelesaian pekerjaan melalui orang
lain). John M. Pfifner (1960): “Management
is concerned with the direction of these individuals and functions to achieve
ends previously determined” (manajemen berhubungan dengan pengarahan orang
dan tugas-tugasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan). Sedangkan Stoner dan Freeman (1992)
menyebutkan “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan
dan pengendalian upaya anggota organisasi dan proses penggunaan semua sumber
daya organisasi untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan”.
Dengan
demikian manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan
terwujudnya tujuan organisasi atau perusahaan, karyawan dan masyarakat. Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna
unsur-unsur (komponen) manajemen akan dapat ditingkatkan. Adapun unsur
(komponen) manajemen terdiri dari man, money, methode, machines, materials
dan market atau disingkat 6 M. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa
adalah :
a. Yang dikelola adalah semua unsur
manajemen yakni 6M.
b. Tujuan mengelola adalah supaya 6 M
lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mewujudkan tujuan.
c. Unsur manajemen itu (6 M) harus
dikelola agar dapat bermanfaat secara optimal, terkoordinasi dan terintegrasi
dengan baik dalam menunjang terwujudnya tujuan organisasi.
d. Sedangkan yang mengelola adalah
pemimpin yang disebut manajer, baik manajer puncak, menengah dan supervisor.
e.
Pengelolaan dijalankan dengan melakukan urutan-urutan
fungsi manajemen.
Menurut
G.R. Terry (1974), secara sederhana proses pengelolaan organisasi maupun
pengelolaan sekolah mencakup empat tahap yaitu planning (perencanaan), organizing
(mengorganisasikan), actuating (pengerahan) dan controlling
(pengawasan). Dalam tahap perencanaan, kepala sekolah merencanakan kegiatan apa
saja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam tahap pengorganisasian, kepala sekolah
memfungsikan dan menetapkan organisasi yang melaksanakan kegiatan tersebut.
Dalam tahap pengerahan, kepala sekolah menggerakkan seluruh orang yang terkait
untuk secara bersama-sama melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas
masing-masing. Sedangkan tahap pengawasan, kepala sekolah mengendalikan dan
melakukan supervise pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga dapat mencapai
sasaran secara efektif dan efisien.
Manajemen Kepala Sekolah dapat diartikan sebagai aktivitas
kepala sekolah dalam memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam
usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya [2]. Misalnya menyebutkan Kepala
Sekolah sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai
supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar. Sementara itu
manajemen pendidikan sangat sering memanfaatkan lingkungan terutama masyarakat
dalam menangani pendidikan, walaupun mereka tidak aktif dalam memproses
perkembangan siswa (dalam processing pendidikan). Misalnya dalam
menentukan jenis keterampilan apa yang pantas diberikan kepada para siswa di
sekolah agar cocok dengan kebutuhan masyarakat. Sebaliknya apa yang diterima
oleh manajer dari warga masyarakat membutuhkan partisipasi masyarakat
sekitar. Dari segi ini maka lingkungan
sekolah merupakan sub sistem dari sistem manajemen. Dengan demikian manajemen terdiri dari sub
sistem struktur, teknik, personalia, informasi dan masyarakat atau lingkungan.
Kegiatan mengubah input menjadi output dalam pendidikan ada
bermacam-macam cara. Input pendidikan adalah para siswa atau mahasiswa yang
baru diterima dalam suatu lembaga pendidikan. Sedangkan output pendidikan
adalah mereka yang sudah menamatkan pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan
tertentu. Kegiatan mengubah input menjadi output disebut memproses dengan
tertentu yang disebut processing.
C. Tujuan Administrasi
pendidikan
Tujuan administrasi pendidikan pada umumnya adalah agar
semua kegiatan mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain
administrasi yang digunakakn dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai
tujuan pendidikan.
Administrasi pendidikan semakin rumit karena menyangkut
masyarakat atau orang tua murid, yang terlibat langsung dalam pendidikan itu.
Oleh karena itu, semakin baik administrasi pendidikan ini, semakin yakin pula
bahwa tujuan pendidikan itu akan tercapai dengan baik.
Sergiovanni
dan Carver (1975) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu :
a. Efektifitas produksi,
b. Efisiensi,
c. Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes),
d. Kepuasan kerja.
Keempat
tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan
dalam penyelenggaraan sekolah. Sebagai contoh: sekolah memiliki fungsi untuk
mencapai efektifitas produksi, yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan
tuntutan kurikulum. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha
seefisien mungkin, yaitu dengan menggunakan kemampuan dana, dan tenaga
semaksimal mungkin, tetapi memberi hasil sebaik mungkin, sehingga lulusan
tersebut dapat melanjutkan ke tingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya
(adaptivenes) dengan lingkungan sekolahnya yang baru. Selanjutnya
lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberi kepuasan kerja
kepada mereka.
D.
Fungsi
administrasi pendidikan
Administrasi pendidikan merupakan tindakan mengoordinasikan
perilaku manusia dalam pendidikan untuk menata sumber daya yang ada dengan
sebaik-baiknya sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.
Penjabaran istilah produktif biasanya tergantung kepada siapa yang
meninjaunya. Ada tiga pola pandang tentang sekolah yang produktif, yakni
administrator, psikolog, dan ekonomi.
a.
Pandangan administrator. Administrator bertanggungjawab untuk mengolah sistem
pendidikan. Penentuan untuk mengkategorikan sekolah produktif dapat dilakukan
dengan mengaitkan antara input yang digunakan, yaitu ruangan, guru, buku, dan
peralatan lainnya dengan output ang diharapkan. Output yang diharapkan harus
dapat mencapai keseimbangan yang paling menguntungkan dengan input yang
tersedia.
b.
Pandangan psikolog. Mereka mengaitkan ukuran sekolah yang produktif dengan
perubahan dan perilaku peserta didik, yang mencakup pertambahan pengetahuan,
nilai dan peningkatan kemampuan lainnya dan mengaitkan pula dengan input yang
tersedia. Kesulitan utama dalam pola pandang ini adalah cara
mengidentifikasikan dan mengukur perubahan perilaku sebagai akibat pendidikan
di sekolah. Kesulitan ini terjadi karena perubahan perilaku peserta didik
(output) adalah gabungan antara pengaruh sekolah dan lingkungan luar sekolah.
c.
Pandangan ekonomi. Pendidikan memberikan kontribusi pada peserta didik untuk
berperan dalam sistem ekonomi. Sekolah disebut produktif jika nilai moneter
yang diterima oleh setiap individu akibat pendidikakn adalah seimbang atau
lebih besar daripada biaya yang dkeluarkan untuk memperoleh pendidikan.
__________________________________________________________________________________
BAB.III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari pemaparan diatas dapat kami simpulkan
bahwa pengertian pendidikan ialah melayani secara intensif. Dari perkataan “administrare”
terbentuk kata benda “administrario” dan kata “administrauus” yang kemudian
masuk ke dalam bahasa Inggris yakni “administration”. Adapun tujuanya ialah agar semua kegiatan mendukung tercapainya
tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakakn dalam
dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan, Sergiovanni dan
Carver (1975) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu :
a. Efektifitas produksi,
b. Efisiensi,
c. Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes),
d. Kepuasan kerja.
__________________________________________________________________________________
DAFTAR PUSTAKA
Sumber website
uin sunan kalijaga
http//www.wikipedia.blogs.co.id
Burhanudin, Drs. Yusak. Administrasi
Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta: 2005
Burhanudin, Drs. Yusak. Administrasi
Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung: 2005
Daryanto, Drs. H.M. Administrasi
Pendidikan, Rekaka Cipta: 2001
Nawawi, DR. Hadari. Administrasi
Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta: 1997
Rifai, MA. Moh. Administrasi dan
Supervisi Pendidikan, Sekar Djaja, Bandung: 2005
(Makalah
Pada MK Dasar-dasar Kependidikan, oleh : iaib student, semester II fak.tarbiyah-pai
institut agama islam banten – serang 2008

Tidak ada komentar:
Posting Komentar