Home

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Rabu, 17 Desember 2014

Administrasi Pendidikan (Semester4)



TUGAS MANDIRI
MEMAHAMI ADMINISTRASI DALAM PENDIDIKAN 


DOSEN PENGAMPU :  BPK.HENDRAWAN ISKANDAR, M,Pd



No
Nama
Nik
Nim
1
TARSUDI
-
A.1.12.1143

PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN TARBIYAH
UNIVERSITAS DHARMA KUSUMA
SEGERAN – INDRAMYU
2014
Jl.KH.Hasyim Asyari, no.1/1 Ds.Segeran Kidul, Kec.Juntinyuat - Indramayu 45282


____________________________________________________________________________________


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat, salah satu dapat menyelesikan tugas mandiri ini, sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada jungjungan nabi besar kita Muhammad SAW smoga kelak kita menadpatkan sfaatnya di yaumul kiamah nanti. Amiin..
ucapkan terimakih juga kami sampaikan kepada :
1. Bpk.HENDRAWAN, M      selaku dosen mata kuliah Administrasi pendidikan
2. Teman – teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas mandiri ini  
 3. Serta pihak – pihak lain yang turut serta dalam pembuatan tugas mandiri ini

Pemhaman akan  Administrasi amatlah sangat  penting buat kita yang akan menjadi Guru, maka dari itu kami mencoba mencari dan memahami  tentang Administrasi pendidikan ini semata – mata untuk bisa dijadikan rujukan atau pegangan kelak menjadi seorang Guru sekolah.
Kami menyadari akan kekurangan dan keterbatasan isi tugas mandiri ini  namun dengan segala kemampuan yang ada, insha Allah kami mencoba menguraikan dan menjelaskan isi materi ini dari berbagai rujukan dengan baik. Dan kamipun siap menampung segala kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kelancaran dan perbaikan tugas Mandiri ini. “tidak ada gading yang tak retak, tidak ada kesempurnaan kecuali hanya milik Allah semata”
Semoga bermanfaat.

Senin, 09 Juni 2014

                                                                                                                 Tarsudi


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................................
BAB.I. PENDAHULUAN........................................................................................
       1. LATAR BELAKANG...........................................................................................
BAB.II. PEMBAHASAN..........................................................................................
       1. PENGERTIAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN...............................................
       2. KONSEP MENEGEMENT DALAM KONTEKS ADMINISTRASI PENDIDIKAN.....................................................................................
        3. TUJUAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN.........................................................
      4. FUNGSI ADMIINISTRASI PENDIDIKAN.........................................................
BAB. III. PENUTUP.................................................................................................
      1. KESIMPULAN......................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................

______________________________________________________________________________

BAB.I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Di lingkungan setiap lembaga pendidikan formal terdapat sejumlah manusia, baik yang berkedudukan sebagai pemimpin maupun sebagai tenaga pelaksana. Mereka tidak cukup dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan mengenani bidang pendidikan saja, akan tetapi harus dibekali pula dengan kemampuan bekerjasama dan kemampuan mengarahkan kerjasama itu guna mencapai tujuan lembaga pendidikan masing-masing.
Di dalam realitasnya setiap petugas pendidikan termasuk juga para guru harus mampu mengarajkan pandangannya jauh ke depan dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman-pengalaman yang telah dimilikinya agar mampu mewujudkan tugas-tugasnya secara kreatif. Kemampuan itu tidak hanya mengenai usaha pengembangan metode dan alat sesuai dengan sifat bidang kerjanya, akan tetapi juga menyangkut aspek-aspek yang berkenaan dengan pengendalian kerjasama yang memungkinkan tujuan tercapai secara efektif. Pengendalian kerjasama itu berkenaan dengan berbagagi kegiatan seperti : Perencanaan, pengorganisasian, pemberian bimbingan/pengarahan, koordinasi, kontrol/evaluasi dan pewujudan komunikasi yang terarah secara maksimal pada pencapaian tujuan bersama. Dengan kata lain setiap petugas pendidikan di lingkungan lembaga pendidikan formal tidak saja akan terlibat dalam kegiatan kependidikan secara profesional, akan tetapi terlibat juga dalam kegiatan administrasi yang mengharuskakn mereka memiliki pengatahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan keahlian (expertness) dalam menyusun perencanaan, melakukan pengorganisasian, pemberian bimbingan/pengarahan dan koordinasi.
Kemampuan itu diperlukan oleh setiap petugas pendidikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pencapaian tujuan di lingkungan dan lembaganya masing-masing.



BAB. II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian pendidikan
Berdasarkan etimologi “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari kata intensif dan ministrare artinya melayani, membantu atau mengarahkan. Jadi pengertian administrasi adalah melayani secara intensif.  Dari perkataan “administrare” terbentuk kata benda “administrario” dan kata “administrauus” yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris yakni “administration” [1]. Selain itu dikenal juga kata “administratie” yang berasal dari kata belanda, namun memilki arti yang lebih sempit, sebab terbatas pada aktivitas ketatatusahaan yaitu kegiatan penyusunan dan pencatatan keterangan yang diperoleh secara sistematis. Administrasi sering dikaitkan dengan aktivitas administrasi perkantoran yang hanya merupakan salah satu bidang dari aktivitas adminstrasi yang sebenarnya.
Ditinjau dari katanya, administrasi mempunyai arti sempit dan arti luas. Dalam arti sempit diartikan sebagai kegiatan pencatatan data, surat-surat informasi secara tertulis serta penyimpanan dokumen sehingga dapat dipergunakan kembali bila diperlukan. Dalam hal ini kegiatan administrasi meliiputi pekerjaan tata usaha. Dalam arti luas, administrasi menyangkut kegiatan manajemen/pengelolaan terhadap keseluruhan komponen organisasi untuk mewujudkan tujuan/program organisasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pekerjaan administrasi merupakan pekerjaan operatif dan manajemen.
Sedangkan administrasi pendidikan merupakan perpaduan dari dua kata, yakni “administrasi” dan “pendidikan”. Pada hakekatnya administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia pendidikan atau dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha praktek-praktek pendidikan. Administrasi sekolah merupakan salah satu bagian dari administrasi pendidikan, yaitu administrasi pendidikan yang dilaksanankan di sekolah. Salah satu alat administrasi sekolah adalah tata usaha.

B.     Konsep management dalam konteks Administrasi pendidikan
Istilah manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu “manage” yang berarti mengelola, membina, mengendalikan, mengatur, menata ataupun menangani. Di bawah ini ada beberapa pendapat tentang arti dari manajemen sebagai berikut: G.R. Terry (1977: 4) yang mengemukakan: “Management is a district process con­sisting of planning, organizing, actuating, and controlling, performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human beings and other resources” (Manajemen adalah suatu proses tertentu yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan, yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia/orang-orang dan sumber daya lainnya).  Harold Koontz dan Cyril O. Donnel (1976:67): menyebutkan bahwa : “Management is getting done, through other people” (manajemen adalah penyelesaian pekerjaan melalui orang lain).  John M. Pfifner (1960): “Management is concerned with the direction of these individuals and functions to achieve ends previously determined” (manajemen berhubungan dengan pengarahan orang dan tugas-tugasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan).  Sedangkan Stoner dan Freeman (1992) menyebutkan “Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan proses penggunaan semua sumber daya organisasi untuk tercapainya tujuan yang telah ditetapkan”.
Dengan demikian manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.  Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan organisasi atau perusahaan, karyawan dan masyarakat.  Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna unsur-unsur (komponen) manajemen akan dapat ditingkatkan. Adapun unsur (komponen) manajemen terdiri dari man, money, methode, machines, materials dan market atau disingkat 6 M. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa adalah :
a.    Yang dikelola adalah semua unsur manajemen yakni 6M.
b.   Tujuan mengelola adalah supaya 6 M lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mewujudkan tujuan.
c.    Unsur manajemen itu (6 M) harus dikelola agar dapat bermanfaat secara optimal, terkoordinasi dan terintegrasi dengan baik dalam menunjang terwujudnya tujuan organisasi.
d.   Sedangkan yang mengelola adalah pemimpin yang disebut manajer, baik manajer puncak, menengah dan supervisor.
e.    Pengelolaan dijalankan dengan melakukan urutan-urutan fungsi manajemen.

Menurut G.R. Terry (1974), secara sederhana proses pengelolaan organisasi maupun pengelolaan sekolah mencakup empat tahap yaitu planning (perencanaan), organizing (mengorganisasikan), actuating (pengerahan) dan controlling (pengawasan). Dalam tahap perencanaan, kepala sekolah merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  Dalam tahap pengorganisasian, kepala sekolah memfungsikan dan menetapkan organisasi yang melaksanakan kegiatan tersebut. Dalam tahap pengerahan, kepala sekolah menggerakkan seluruh orang yang terkait untuk secara bersama-sama melaksanakan kegiatan sesuai dengan tugas masing-masing. Sedangkan tahap pengawasan, kepala sekolah mengendalikan dan melakukan supervise pelaksanaan kegiatan tersebut, sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif dan efisien.

Manajemen Kepala Sekolah dapat diartikan sebagai aktivitas kepala sekolah dalam memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya [2]. Misalnya menyebutkan Kepala Sekolah sebagai manajer dalam memadukan sumber-sumber pendidikan dan sebagai supervisor dalam membina guru-guru pada proses belajar mengajar. Sementara itu manajemen pendidikan sangat sering memanfaatkan lingkungan terutama masyarakat dalam menangani pendidikan, walaupun mereka tidak aktif dalam memproses perkembangan  siswa (dalam processing pendidikan). Misalnya dalam menentukan jenis keterampilan apa yang pantas diberikan kepada para siswa di sekolah agar cocok dengan kebutuhan masyarakat. Sebaliknya apa yang diterima oleh manajer dari warga masyarakat membutuhkan partisipasi masyarakat sekitar.  Dari segi ini maka lingkungan sekolah merupakan sub sistem dari sistem manajemen.  Dengan demikian manajemen terdiri dari sub sistem struktur, teknik, personalia, informasi dan masyarakat atau lingkungan.

Kegiatan mengubah input menjadi output dalam pendidikan ada bermacam-macam cara. Input pendidikan adalah para siswa atau mahasiswa yang baru diterima dalam suatu lembaga pendidikan. Sedangkan output pendidikan adalah mereka yang sudah menamatkan pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan tertentu. Kegiatan mengubah input menjadi output disebut memproses dengan tertentu yang disebut processing.
C.    Tujuan Administrasi pendidikan
Tujuan administrasi pendidikan pada umumnya adalah agar semua kegiatan mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakakn dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Administrasi pendidikan semakin rumit karena menyangkut masyarakat atau orang tua murid, yang terlibat langsung dalam pendidikan itu. Oleh karena itu, semakin baik administrasi pendidikan ini, semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan itu akan tercapai dengan baik.
Sergiovanni dan Carver (1975) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu :
a.       Efektifitas produksi,
b.      Efisiensi,
c.       Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes),
d.      Kepuasan kerja.
Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. Sebagai contoh: sekolah memiliki fungsi untuk mencapai efektifitas produksi, yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin, yaitu dengan menggunakan kemampuan dana, dan tenaga semaksimal mungkin, tetapi memberi hasil sebaik mungkin, sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ke tingkat berikutnya dan dapat menyesuaikan dirinya (adaptivenes) dengan lingkungan sekolahnya yang baru. Selanjutnya lulusan ini akan mencari kerja pada perusahaan yang memberi kepuasan kerja kepada mereka.
D.    Fungsi administrasi pendidikan
Administrasi pendidikan merupakan tindakan mengoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan untuk menata sumber daya yang ada dengan sebaik-baiknya sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif. Penjabaran istilah produktif biasanya tergantung kepada siapa yang meninjaunya. Ada tiga pola pandang tentang sekolah yang produktif, yakni administrator, psikolog, dan ekonomi.
a.       Pandangan administrator. Administrator bertanggungjawab untuk mengolah sistem pendidikan. Penentuan untuk mengkategorikan sekolah produktif dapat dilakukan dengan mengaitkan antara input yang digunakan, yaitu ruangan, guru, buku, dan peralatan lainnya dengan output ang diharapkan. Output yang diharapkan harus dapat mencapai keseimbangan yang paling menguntungkan dengan input yang tersedia.
b.      Pandangan psikolog. Mereka mengaitkan ukuran sekolah yang produktif dengan perubahan dan perilaku peserta didik, yang mencakup pertambahan pengetahuan, nilai dan peningkatan kemampuan lainnya dan mengaitkan pula dengan input yang tersedia. Kesulitan utama dalam pola pandang ini adalah cara mengidentifikasikan dan mengukur perubahan perilaku sebagai akibat pendidikan di sekolah. Kesulitan ini terjadi karena perubahan perilaku peserta didik (output) adalah gabungan antara pengaruh sekolah dan lingkungan luar sekolah.
c.        Pandangan ekonomi. Pendidikan memberikan kontribusi pada peserta didik untuk berperan dalam sistem ekonomi. Sekolah disebut produktif jika nilai moneter yang diterima oleh setiap individu akibat pendidikakn adalah seimbang atau lebih besar daripada biaya yang dkeluarkan untuk memperoleh pendidikan.

__________________________________________________________________________________
BAB.III
PENUTUP


A. KESIMPULAN
Dari pemaparan diatas dapat kami simpulkan bahwa pengertian pendidikan ialah melayani secara intensif.  Dari perkataan “administrare” terbentuk kata benda “administrario” dan kata “administrauus” yang kemudian masuk ke dalam bahasa Inggris yakni “administration”. Adapun  tujuanya ialah  agar semua kegiatan mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakakn dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan, Sergiovanni dan Carver (1975) menyebutkan empat tujuan administrasi yaitu :
a.       Efektifitas produksi,
b.      Efisiensi,
c.       Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes),
d.      Kepuasan kerja.
__________________________________________________________________________________
DAFTAR PUSTAKA

Sumber website uin sunan kalijaga
http//www.wikipedia.blogs.co.id
Burhanudin, Drs. Yusak. Administrasi Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta: 2005
Burhanudin, Drs. Yusak. Administrasi Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung: 2005
Daryanto, Drs. H.M. Administrasi Pendidikan, Rekaka Cipta: 2001
Nawawi, DR. Hadari. Administrasi Pendidikan, Gunung Agung, Jakarta: 1997
Rifai, MA. Moh. Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Sekar Djaja, Bandung: 2005
(Makalah Pada MK Dasar-dasar Kependidikan, oleh : iaib student, semester II fak.tarbiyah-pai institut agama islam banten – serang 2008
 


 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar