Home

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Senin, 15 Desember 2014

Kisah Kejayaan Islam (Sulthan Muhammad Alfatih) Part II




penakluk konstantinopel



Senin, 15 Desemeber 2014 /  20:00 wib

“27 Mei 1453 M. Seorang lelaki tertekun diujung daripada sujudnya kepada Allah, dalam Tahajudnya dia memohon kepada Allah sesuatu yang belum terjadi selama ratusan tahun, tangisan membasahi janggutnya, teringat dikepala dia dengan perkataan rosul Muhammad saw. “Latuftahanal kunsanal konstania, falanimal amiru amiruha, falanimal jaisu dzalikal dzais ; akan ditaklukan Kosntantinopel, sebaik – baik panglima adalah panglima penakluknya dan sebaik – baik pasukan adalah pasukan penakluknya”. Dalam hatinya dia ingin sekali menjadi penakluk yang baik, dalam pasukan terbaik, pada tanggal 29 Mei 1453 akhirnya dia siapkan pasukan yang terbaiknya untuk siap menghancurkan Kosntantinopel. Dan akhinya ditaklukan Konstantinopel setelah 825 tahun yang tidak kunjung ditaklukan, akhirnya takluk ditangan kaum Muslimin yang oleh seorang pemuda yang berumur 21 tahun yang membuat dunia terdiam....Suhanallah...!!! bahwa seorang  pemuda yang berumur 21 tahun mampu mengahncurkan Konstantinopel setalah ratusan tahun yang tak kunjung ditaklukan........Manjadda wajada  maka siap yang bersunggunh – sungguh dia akan menjadi apa yang dia inginkan. Allahuakbar...!!!!” 

D.Tanduk emas atau Golde Horn di Istanbul Turki

Peperangan dahsyatpun terjadi, benteng yang tak tersentuh dengan simbol kekuatan Bizantium itu akhirnya diserang oleh orang – orang yang tidak takut akan kematian. Akhirnya kerajaan besar yang berumur 11 abad itu jatuh ketangan Muslimin, peperangan besar itu mengakibatkan 265.000 pasukan umat Islam gugur. Pada tanggal 20 Jumadil awal  857 H bertepatan tanggal 29 Mei 1453 M, Sulthan Al Ghazi Muhammad berhasil memasuki kota Konstantinopel, sejak itulah ia dikenal dengan nama Sultan Muhammad Al Fatiih penakluk konstantinopel.
Saat memasuki Kosntantinopel, Sulthan Muhammad Al Fatih turun dari kudanya dan lalu sujud sebgai tanda syukur kepada Alla swt. Setelah itu ia menuju Gereja Hagia Shopia dan memerintahkan menggantinya dengan Masjid. Konstantinopel dijadikan sebagai ibu kota, pusat pemerintah kerajaan Utsmani dan kota ini diganti namanya menjadi Istambul yang berarti negeri Islam dan kemudian mengalamai perubahan menjadi Istanbul.
Selain itu, Sulthan Muhammad Al Fatih juga memerintahkan membangun masjid di makam sahabat yang mulia Abu Ayyub al Anshari r.a salah seorang sahabat nabi Muhammad saw yang wafat saat menyerang Konstantinopel dizaman khalifah Muawiyah bin Abu sufyan r.a. Setelah rentetan penaklukan strategis dilakukan oleh Sultha Muhammad Al Fatih, ia membawa pasukanya menaklukan Balkan, Yunani, Rumania, Albania, Asia kecil dan wilayah-wilayah lain. Bahkan ia telah mempersiapkan pasukan dan mengatur strategi untuk menaklukan kerajaan kerajaan Romawi di Italia, akan tetapi kematian telah menghalanginya untuk mewujudkan hal itu. 

E. Peradaban yang dibangun pada masanya



bukti peninggalan kejayaan islam dimasa khalifah utsmani
Selain terkenal sebagi jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sulthan – sulthan lainya, Muhammad Al Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair, ia memiliki syair yang ia buat sendiri. Sulthan Muhammad Al fatih juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah dan 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalanya yang paling terkenal adalah Masjid Sulthan Muahmmad II dan Jami Abu Ayyub Al anshari..

F. wafatnya sang penakluk

Pada bulan Robiul awal tahun 886 H/1481 M, Sulthan Muhammad Al fatiih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan, sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan, iapun wafat ditengah pasukanya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul awal886 H/ 3 Mei 1481 M. Saat itu Sulthan Muhammad Al fatih berusia 52 tahun dan memrintah selama 31 tahun, ada yang mengatakan wafatnya Sulthan Muhammad Al fatih karena di racuni oleh dokter pribadinya Yaqub Basyra. Wallahua’lam... tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran kemana Sulthan Muhammad Al fatih II hendak membawa pasukanya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Italia untuk menaklukan Roma ada juga yang mengatakan menuju Prancis dan Spanyol.
Sebelum wafat, Muhammad Al fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sulthan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan harta, dan benar-benar menjaga  agama baik untuk pribadi, masyarakat dan kerajaan.

Semoga Allah membalas jasa-jasanya “Sulthan Muhammad Al fatih”

Sumber ; Islamstory.com dan kisah.muslim.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar