![]() |
| Rumah Zakat |
Hidup disebuah negeri
bernama Indonesia, sungguh merupakan anugerah yang teramat besar bagi kita.
Seberapa makmjur negeri ini, tak perlu kita meragukanya. Negeri ini teramat
indah. Keindahan yang mempesona siapapun yang berada diluar sana. Maklum saja,
karena keindahan itulah, jika kemudian di masa silam, negeri ini selalu menjadi
incaran para kaum penjajah. Dan bisa jadi, sampai detik ini masig saja ada
orang – orang diluar sana yang diam-diam masih menaruh minat untuk melakukan
penjajahan dengan cara yang lebih halus.
Membicarakan pesona tanah Indonesia rasanya tidak akan pernah ada kata habisnya. Disini terdapat hewan – hewan yang beraneka ragam. Disini terdapat pantai – pantai dengan terumbu karang yang sangat elok. Disini ada ladang minyak, batu bara, bahkan emas. Dan tentu saja masih banyak lagi kekayaan alam lainya. Sorga Asia, demikian seorang kawan pernah berkomentar tentang Indonesia.
Sayang, bayangan keindahan yang demikian itu, buru – buru akan pupus, musnah berganti dengan air mata kepedihan manakala kita menyaksikan realita yang terjadi di Indoensia.
Membicarakan pesona tanah Indonesia rasanya tidak akan pernah ada kata habisnya. Disini terdapat hewan – hewan yang beraneka ragam. Disini terdapat pantai – pantai dengan terumbu karang yang sangat elok. Disini ada ladang minyak, batu bara, bahkan emas. Dan tentu saja masih banyak lagi kekayaan alam lainya. Sorga Asia, demikian seorang kawan pernah berkomentar tentang Indonesia.
Sayang, bayangan keindahan yang demikian itu, buru – buru akan pupus, musnah berganti dengan air mata kepedihan manakala kita menyaksikan realita yang terjadi di Indoensia.
Sampai detik ini, di
negeri bernama Indonesia kelaparan masih saja meraja lela, orang – orang miskin
terusaja bertambah, dan para pengemis demikian mudah ditemukan di jalan- jalan.
Disini, teramat banyak
jumlah saudara kita yang kurang beruntung yang sehari – hari melepaskan lelah
kolong – kolong jembatan, teramat banyak saudara kita yang tidak bisa
menyekolahkan anak – anak mereka, meski pada level yang paling dasar, dan
teramat banyak saudara – saudara kita yang tidak bisa mengobati diri mereka,
manakala penyakit itu tiba – tiba datang menyerang.
What wrong with Indonesia? Demikian seorang sahabat berkomentar. Apa sebenarnya yang keliru dengan Indonesia ini? Jwabannya pun bisa beragam.
What wrong with Indonesia? Demikian seorang sahabat berkomentar. Apa sebenarnya yang keliru dengan Indonesia ini? Jwabannya pun bisa beragam.
Ada yang mengatakan
kalau semua ini terjadi lantaran begitu bodohnya orang – orang Indoensia.
Kebodohan yang teramat akut. Saking bodohnya, hingga tidak bisa mengelola
pemberian Tuhan yang melimpah ruah itu hingga akhirnya harus menanggng
kelaparan. Kita tidak jauh beda dengan seekor tikus yang mati dilumbung padi,
Ironi, Tragis sekaligus Menggelikan. Masak, mati kelaparan kok dilumbung padi.
Yang lainya, memberikan
jawaban lebih akademis, agak samar dengan logika yang lebih makro. Kata mereka,
semua ini terjadi lantaran sistem yang tidak beres. Untuk yang belakangan ini,
agak susah menggamblangkan. Karena bila kita sedikit mau mendengar
penjelasan-penjelasan mereka tentang apa
yang disebut dengan sistem. Masing – masing kepala rupanya memiliki standar
yang berbeda – beda.
“Kekayaan dan
kemiskinan, ini adalah bagian dari warna kehidupan”, demikian orang bijak pernah
bertutur. Seperti adanya kehangatan disiang hari daan dingin dimalah hari.
Seperti adanya ketinggian gunung – gunung
dan kedalaman lautan. Seperti adanya panas dan dingin, seperti itulah
keberadaan kekayaan dan kemiskinan. Di manapun, kapanpun dan pada masa apapun,
selalu saja ada orang – orang yang miskin orang – orang yang kaya.
Bagi orang yang sudah berada pada puncak kearifan, baik kekayaan maupun kemiskinan, keduanya adalah anugerah terindah yang diberikan Allah kepadanya. Kedua – duanya sesungguhnya merupakan jalan yang bisa ditempuh oleh seseorang untuk menuju jalan Tuhan. Ketika seseorang sedang berada dalam kemiskinan, Tuhan seperti sedang hendak mengingatkan kalau dibalik kemisinanya itu, masih ada Tuhan yang Maha kaya, yang paling pantas dimintai pertolongan.
Kemiskinan juga adalah sebuah keadaan yang digunakan Tuhan untuk menguji kesabaranya. Sementara kekayaan yang dianugerahkan, merupakan salah satu media Tuhan menyapa hamba-Nya, agar selalu mengingatkan pemberian – pemberian itu untuk kemudian mensyukurinya.
Orang arif sangat sadar dengan sesadar – sadarnya, bahwa atas kekayaan yang ia miliki sesungguhnya bukanlah sepenuhnya miliknya. Disana terdapat bagian orang lain yang harus ia berikan. Ketika ia melihat orang – orang yang kurang beruntungdi hadapan, ia pun seolah melihat utusan Tuhan sedang meminta kembali barang titipanya. Buru – buru ia berikan hartanya itu dengan penuh keikhlasan.
Semoga bermanfaat !!
#Dikutip dari buku Catatan Motivasi Seorang Santri
Bagi orang yang sudah berada pada puncak kearifan, baik kekayaan maupun kemiskinan, keduanya adalah anugerah terindah yang diberikan Allah kepadanya. Kedua – duanya sesungguhnya merupakan jalan yang bisa ditempuh oleh seseorang untuk menuju jalan Tuhan. Ketika seseorang sedang berada dalam kemiskinan, Tuhan seperti sedang hendak mengingatkan kalau dibalik kemisinanya itu, masih ada Tuhan yang Maha kaya, yang paling pantas dimintai pertolongan.
Kemiskinan juga adalah sebuah keadaan yang digunakan Tuhan untuk menguji kesabaranya. Sementara kekayaan yang dianugerahkan, merupakan salah satu media Tuhan menyapa hamba-Nya, agar selalu mengingatkan pemberian – pemberian itu untuk kemudian mensyukurinya.
Orang arif sangat sadar dengan sesadar – sadarnya, bahwa atas kekayaan yang ia miliki sesungguhnya bukanlah sepenuhnya miliknya. Disana terdapat bagian orang lain yang harus ia berikan. Ketika ia melihat orang – orang yang kurang beruntungdi hadapan, ia pun seolah melihat utusan Tuhan sedang meminta kembali barang titipanya. Buru – buru ia berikan hartanya itu dengan penuh keikhlasan.
Semoga bermanfaat !!
#Dikutip dari buku Catatan Motivasi Seorang Santri
#Image diambil dari Yayasan Rumah Zakat



