Home

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kamis, 18 Desember 2014

Psikologi Pendidikan ( Semester 4)



TUGAS MANDIRI
PEMAHAMAN PSIKOLIOGI DARI BERBAGAI ASPEK


DOSEN PENGAMPU :  BPK.HENDRWAN ISKANDAR





No
Nama
Nik
Nim
1
TARSUDI
-
A.1.12.1143

PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN TARBIYAH
UNIVERSITAS DHARMA KUSUMA
SEGERAN – INDRAMYU
2014
Jl.KH.Hasyim Asyari, no.1/1 Ds.Segeran Kidul, Kec.Juntinyuat - Indramayu 45282
__________________________________________________________________________


PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat, salah satu dapat menyelesikan tugas mandiri ini, sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada jungjungan nabi besar kita Muhammad SAW smoga kelak kita menadpatkan sfaatnya di yaumul kiamah nanti. Amiin..
ucapkan terimakasih juga kami sampaikan kepada :

1      1. Bpk.HENDRAWAN ISKANDAR selaku dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan
2    2. Teman – teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas mandiri ini
3    3. Serta pihak – pihak lain yang turut serta dalam pembuatan tugas mandiri ini

Pemahaman akan Psikologi pendidikan amatlah sangat  penting buat kita yang akan menjadi Guru, maka dari itu kami mencoba mencari dan memahami mata kuliah Psikologi pendidikan ini semata – mata untuk bisa dijadikan rujukan atau pegangan kelak menjadi seorang Guru sekolah.
Kami menyadari akan kekurangan dan keterbatasan isi tugas mandiri ini  namun dengan segala kemampuan yang ada, insha Allah kami mencoba menguraikan dan menjelaskan isi materi ini dari berbagai rujukan dengan baik. Dan kamipun siap menampung segala kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kelancaran dan perbaikan tugas Mandiri ini. “tidak ada gading yang tak retak, tidak ada kesempurnaan kecuali hanya milik Allah semata”
Semoga bermanfaat.

Senin, 09 Juni 2014

                                                                                                               Tarsudi


PENGANTAR


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB.I. PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
BAB.II. PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN PSIKOLOGI .
B.     PEMBAGIAN PSIKOLOGI
C.     TUJUAN MEMAHAMI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
D.     HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU – ILMU LAIN
BAB.III. PENUTUP
A.    KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
________________________________________________________________________


BAB.I

PENDAHULUAN



A.LATAR BELAKANG
Guru dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang - orang yang terkait dengan tugasnya - terutama perilaku pesertadidik dengan segala aspeknya, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya secaraefektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Di sinilah arti penting Psikologi Pendidikan, dengan memahami psikologi pendidikan seorang guru melalui pertimbangan-pertimbangan psikologisnya diharapkan dapat :
a.       Merumuskan tujuan pembelajaran
b.      Memilih strategi atau metode pembelajaran
c.       Memilih alat bantu dan media pembelajaran yang tepat
d.      Memberikan bimbingan atau bahkan memberikan konseling kepada peserta didiknya
e.       Memfasilitasi dan memotivasi belajar peserta didik
f.       Menciptakan iklim belajar yang kondusif
g.      Berinteraksi secara bijak dengan peserta didiknya
h.      Menilai hasil pembelajaran dan
i.        Dapatmengadministrasikan pembelajaran secara efektif dan efisien
Selain itu, dengan memahami Psikologi Pendidikan para guru juga dapat memahami dan mengembangkan diri pribadinya untuk menjadi seorang guru yang efektif dan patut diteladani. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah (2003) mengatakan bahwa diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar  peserta didik.




BAB.II
PEMBAHASAN


A. Pengertian psikologi
Psikologi berasal dari perkataan Yunani psyche yang artinya jiwa, dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis ( menurut arti kata ) Psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam – macam gejalanya, proses maupunlatar belakangnya.
            Berbicara tentang hal jiwa, terlebih dahulu kita harus dapat membedakan antara nyawa dengan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang adanya tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah ( organic behavior ), yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar. Misalnya ; insting, refleksi, nafsu, dan sebagainya. Jika jasmani mati, maka mati pulalah nyawanya.
            Sedangkan jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan – perbuatanpribadi (personal Behavior) dari hewan tingkat tinggi dan manusia. Perbuatan pribadi ialah perbuatan sebgai hasil proses belajar yang dimungkinkan oleh keadaan jasmani, rohani, sosial, dan lingkungan. Proses belajar ialah proses untuk meningkatkan kepribadian dengan jalan berusaha mendapatkan pengertian baru, nilai – nilai dalam menhadapi kontradiksi – kontadiksi dalam hidup. Jadi jiwa mengandung pengertian – pengertian, nilai – nilai kebudayaan dan kecakapan – kecakapan.  
Mengenai soal jiwa sejak dahulu orang sudah memikirkan tentang asal tujuan jiwa, hubungan jiwa dengan jasmani dan sebaginya. Pernyataan jiwa itu kita namakan gejala – gejala jiwa, di antaranya mengamati, menanggapi, meningat, memikirkan, dan sebagainya. Dari itulah orang kemudian membuat definisi ; Ilmu jiwa yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
Menurut pandangan para ilmuan :
v  Secara harafiah (Syah, 1997 / hal. 7) Berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata yaitu : psyche dan logos.
v  Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi, psikologi berarti ilmu jiwa.
v  William James (Syah, 1997/ hal. 8) menganggap psikologi sebagai ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental
v  John B. Watson (Syah, 1997 / hal.8) mengubah definisi psikologi menurut James menjadi ilmu pengetahuan tentang tingkah laku (behaviour) organisme.
v  Caplin (Syah, 1997 / hal.8 mendefinisikan psikologi sebagai
“..... the science of human and animal behavior,
 the study of of the organisme in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment” (Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan lingkungan).
v  Edwin G. Boring dan Herbert S. Langfeld (Sarwono dalam Syah, 1997 / hal.8) mendefinisikan psikologi sebagai studi tentang hakikat manusia.
v  Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 1997 / hal.8) membatasi psiklogi sebagai “cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan aas gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa”. Dimana gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa tersebut meliputi respon organisme dan hubungannya dengan lingkungannya.
v  Syah (1997 / hal.9) membuat kesimpulan tentang pengertian psikologi dari beberapa definisi di atas, dimana psikologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia
B.  Pembagian Psikologi
 adanya psikologi netafisis dan psikologi empiris sebagaimana tersebut diatas, maka masih terdapat pembagian yang lain sebagai berikut :
a)      Berdasrkan atas lapangan
v Psikologi umum : yaitu ilmu jiwa yang mempelajari gejala –gejala kejiwaan manusia dewasa yang normal dan beradab. Disini yang dipelajari ialah sifat – sifat pada umumnya, artinya persamaan – persamaanya dari manusia dewasa yang normal dan beradab.
v Psikologi khusus : yaitu ilmu jiwa yang mempelajri sifat – sifat khusus dari gejala – gejala kejiwaan manusia.  Yang termasuk psikologi khusus ialah sebagai berikut :
1.   Ilmu jiwa anak, yaitu ilmu jiwa yang mempelajari jiwa anak sejak lahir hingga dewasa
2.   Ilmu jiwa perkebangan, yaitu mempelajri bagaimana terjadi dan berkembangnya kehidupan jiwa anak – anak normal
3.   Ilmu jiwa kriminal, yaitu mempelajari soal – soal yang berhubungan dengan kejahatan, misalnya untuk mengetahui dasar dan alasan – alasan berbuat jahat
4.   Psikopatologi , yaitu mempelajari tentang penyakit  - penyakit jiwa atau kelainan – kelainan jiwa seseorang
5.   Ilmu watak (karakterologi) yaitu mempelajari watak seseorang atau golongan
6.   Massa psikologi, yaitu mempelajri gejala – gejala yang terjadi pada himpunan manusia banyak
7.   Ilmu jiwa golongan, yaitu mempelajari gejala – gejala jiwa dalam golongan hidup, misalnya guru, hakim, buruh, pelajar, dan sebagainya.
8.   Ilmu jiwa bangsa- bangsa, yaitu mempelajari gejala – gejala dalam tiap –tiap bangsa, misalnya bangsa Indonesia, india, Tionghowa dan sebagainya.
b)      Berdasarkan atas kegunaanya
           Berdasarkan kegunaanya ilmu jiwa dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
1.   Ilmu jiwa teoretis, ialah ilmu jiwa yang mempelajari gejala – gejala kejiwaan untuk gejala –gejala itu sendiri. Jadi, belum dihubungkan dengan praktek hidup sehari – hari, melainkan mempelajri gejala – gejala tersebut sebagai pengetahuan saja, untuk menambah pengetahuan tentang kejiwaan.
2.   Ilmu jiwa praktis, ialah ilmu jiwa yang mempelajari segala sesuatu tentang jiwa untuk digunakan dalam praktek.
C.    Tujuan memahami psikologi pendidikan
Pada garis besarnyaorang mempelajari ilmu jiwa adalah untuk menjadikan manusia supaya hidaupnya baik, bahagia dan sempurna. Banyak peroalan –peroalan yang dibantu dan diselesaikan oleh ilmu jiwa. Misalnya persoalan – persoalan manusia yang hidup di pabrik, disekolah, disawah, dan sebgainya. Dan dalam ilmu jiwa manusia tidak ragu –ragu lagi mengubah cara – cara hidup, tingkah laku, dan pergaulan dalm masyarakat.
      Dahulu orang menyangka bahwa orang gila itu disebabkan karena badanya kemasukan setan, tetapi orang sekarang sudahberubah pendapatnya. Dahulu orang menyangka bahwa orang berbuat kejahatan itu hanya terdapat pada orang – orang dewasa saja tetapi sekarang orang berpendapat bahwa kejahatan itu juga terdapat pada anak –anak, disebabkan warisan dari orang tuanya. Dahulu orang sering marah terhadap anaknya apabila tidak mau belajar, tetapi ahli – ahli psikologi sekarang tidak demikian. Demikian seterusnya.
      Apa sebab ahli – ahli psikologi tidak marah terhadap yang tidak mau belajar ? sebab ahli – ahli psikologi sudah mengetahui jiwa anaknya. Mungkin pelajaran yang diberikan kepada anaknya itu tidak sesuai dengan jiwanya dan bakat anak. Karenanya anak tidak mau dan segan belajar.
      Jadi tegasnya, ilmu jiwa adalah bertujuan untuk memberi kesenangan dan kebahagiaan hidup manusia. Dan orang yang ingin sukses dalam segala – galanya harus mengetahui dasar – dasar dari ilmu jiwa.
a.       Sudagar, penting mengetahui dasar –dasar jiwa, supaya dapat melayani pembeli dengan baik
b.      Hakim, tanpa mengetahui dasar – dasar jiwa tak munkin mereka dapat menjatuhkan hukuman dengan baik/tepat.
c.       Polisi, tanpa mengetahui dasar –dasar jiwa tak munkin dapat mengetahui dan melaksanakan kepdanaan dengan baik.
      Disamping itu ilmu jiwa juga sangat penting dalam kalangan pendidikan, bahkan sangat erat hubunganya . misalnya :
Ali mengajar si B aljabar. Disini ada dua objek, yaitu sebagai berikut ;
v  Ali harus mengetahui jiwa si B
v  Ali harus mengetahui pengetahuan aljabar
      Oleh karena adanya ilmu jiwa maka timbulah soal –soal penting di dalam mengajar dan mendidik. Sebab soal megajar dan mendidik harus benar – benar mengetahui jiwa seseorang. Namun demikian setelah kita mngetahui ilmu jiwa apakah usaha kita selalu sukses 100 % , apa benar – benar dapat bahagia dan sempurna ?
      Ternyata belum, karena segala sesuatu benar – benar banyak terletak di tangan Tuhan. Manusia wajib berikhtiar, tetapi sedikit hasil ilmu jiwa yang telah dicapai dalam kehidupan manusia khususnya dalam bidang pendidikan. Hal ini disebabkan adanya :
v  Perbedaan warisan, yaitu sifat yang diwarisi dari ornag tua masing – masing berbeda
v  Perbedaan lingkungan, mislanya ; sifat orang jawa dengan sumatra berbeda, sebab lingkungan mereka berbeda.
v  Perbedaan kelamin, misalnya sifat orang laki – laki dengan sifat orang perempuan berbeda. Jiwa mereka pun berbeda pula. Dan seterusnya.
      Dari uraian – uraian tersebut dapatlah diambil kesimpulan, bahwa tujuan dan gunanya mempelajari ilmu jiwa ialah :
a.       Untuk memperoleh paham tentang gejala – gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah laku sesama manusia pada umunya dan anak – anak pada khususnya
b.      Untuk mengetahui perbuatan – perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai sarana untuk mengenal tingkah laku manusia atau anak.
c.       Untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan baik.
D. Hubungan psikologi dengan ilmu – ilmu lain
        Psikologi ilmu yang mempelajari keadaan manusia sudah barang tentu mempunyai hubungan dengan ilmu – ilmu lain, yang sama – sama mempelajari ilmu tentang keadaan manusia. Hal ini akan memberi gambaran bahwa manusia sebagai mahluk hidup tidak hanya dipelajari oleh psikologi saja, tetpai dipelajari oleh ilmu  - ilmu lain. Manusia sebagai mahluk budaya maka psikologi akan mempunyai hubungan dengan ilmu – ilmu kebudayaan, dengan filsafat, dengan antropologi, sosiologi, biologi, dan lain sebagainya. Dan bagian ini akan ditinjau hubungan psikologi dengan beberapa ilmu pengetahuan sebagai berikut :
a.      Hubungan psikologi dengan filsafat
Psikologi adlah ilmu yang sudah berkembang sejak abad ke 17 dan abad ke 18 serta tampak pesat kemajuanya pada abad ke 20. Pada awalnya ilmu ini bagian dari filsafat, sebagai mana ilmu – ilmu yang lain, misalnya ilmu Hukum, ekonomi, dan sebagainya. Psikologi kemudian memisahkan diri dari filsafat, namun masih tetap mempunyai hubungan dengan filsafat, terutama mngenai hal – hal yang menyangkut sifat hakikat serta tujuan dari ilmu pengetahuan.
b.      Ilmu psikologi dengan ilmu pengetahuan alam
Ilmu pengetahuan alam mempunyai pengaruh yang  besar terhadap perkembangan psikologi. Dengan memisahkan diri dari filsafat, ilmu pengetahuan alam mengalami kemajuan yang sangat cukup cepat, hingga ilmu pengethuan lam menjadi contoh bagi perkembangan ilmu – ilmu lain, termasuk ilmu psikologi, khususnya metode ilmu pengetahuan mempengaruhi perkembangan metode dalam psikologi.
  Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa psikologi mempunyai hubungan antara lain dengan biologi, sosiologi, filsafat, dan ilmu pengetahuan alam, tetapi tidak berarti bahwa psikologi tidak mempunyai hubungan dengan ilmu – ilmu lain diluar ilmu – ilmu tersebut. Tetapi sebaliknya setiap cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan manusia akan kurang sempurna apabila tidak mengambil pelajaran dari psikologi. Dengan demikian akan mendapat hubungan yang timbal bailk.
c.       Hubungan psikologi dengan biologi
Biologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kehidupan, berarti bahwa semua benda yang hidup menjadi objek biologi. Oleh karena biologi ber objekan  benda – benda yang hidup, maka cukup banyak ilmu – ilmu yang tergabung di dalamnya. Maka baik biologi maupun psikologi sama – sma membicrakan manusia.
        Seperti yang dikemukakan diatas bahwa disamping adanya hal –hal yang sama – sama di pelajari atau diperbincangkan oleh kedua ilmu itu, misalnya soal keturunan. Ditinjau dari hal biologi ialah hal – hal yang berhubungan dengan aspek – aspek kehidupan yang turun temurun dari suatu generasi ke generasi lain. Soal keturunan juga di pelajari oleh psikologi, misalnya tentang sifat, intelegensi, dan bakat. Karena itu kurang sempurna kalau kita mempelajari psikologi, sebab ilmu – ilmu ini amat membantu di dalam mempelajari ilmu psikologi.
d.      Hubungan psikologi dengan sosiologi
Manusia sebagai mahluk sosial juga menjadi objek sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu, pengetahuan yang berhubungan dengan manusia, mempelajari manusia di alam masyarakatnya. Karena itu baik psikologi maupun sosiologiyang sma – sama membicarakan manusia, tidak lah mengherankan kalau suatu saat adanya titik pertemuan didalam meninjau manusia, misalnya soal tingkah laku.tinjauan sosiologi yang penting ialah hidup bermasyarakat, sedangkan tinjauan psikologi bahwa tingkah laku sebgai manifestasi hidup kejiwaan yang didorong oleh moral tertentu hingga manusia itu bertingkah laku atau berbuat.
e.       Hubungan psikologi dengan pedagogik
Kedua ilmu ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena mempunyai hubungan timbal balik. Pedagogik sebagai ilmu yang bertujuan untuk memberikan bimbingan hidup manusia sejak dari lahir sampai mati tidak akan sukses, bila mana tidak mendasarkan diri pada psikologi., yang tugasnya memang menunjukan perkembangan hidup manusia sepanjang masa, bahkan ciri dan wataknya serta kepribadianya ditunjukkan oleh psikologi. Dengan emikian pedagogik baru akan tepat mengenai sasaran, apabila dpat memahami langkah – langkahnya sesuai dengan petunjuk psikologi. Oleh karena sangat eratnya tugas antara keduanya, maka timbul education psychology ( ilmu jiwa pendidikan )
f.        Hubungan psikologi dengan agama
Psikologi dengan agama merupakan dua hal yang sangat erat hubunganya, mengingat agama sejak turunya kepada Rosul diajarkan kepada manusia dengan dasar – dasar yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi psikologi pula. Tanpa dasar agama sulit mendapat tempatdi dalam jiwa manusia. Di dalam agama terdapat ajaran tentang bagaimana agar manusia mau menerima petunjuk tuhanya, sehingga manusia itu sendiri tapa paksaan bersedia menjadi hambanya yang baik dan taat.
Contoh psikologi dan agama mempunyai hubungan erat dalam memberikan bimbingan manusia adalah terhadap manusia yang berdosa pada manusia yang melanggar norma tersebut dapat mengakibatkan perasaan nestapa dalam dirinya meskipun hukuman lahirnya tidak diberikan terhadapnya. Psikologi memandang bahwa orang yang berdosa itu berarti telah menghukum dirinya sendiri. Dari perihal tersebut maka lahirnya psikologi agama ( psychology of religion ) yang objek pembahsan antara lain ; bagaimanakah perkembangan kepercayaan kepada tuhan masa kanak – kanak sampai dewasa dan kapan terjadinya kemantapan hidup keagamaan seseorang, bagaimana perbedaan tingkah laku orang yang beragama dengan yang tidak beragama dan lain sebagainya.  






 _________________________________________________________________________





BAB.III.
PENUTUP



A. KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas dapat kami simpulkan, bahwa  pendidikan psikology dalam dunia pendidikan sangatlah penting baik  itu tentang pengertian, tujuan, bahkan hubungan – hubungan antara pendidikan psikologi dengan pendidikan – pendidikan lainya. Diman pengetian Psikologi ialah ; Psikologi berasal dari perkataan Yunani psyche yang artinya jiwa, dan logos yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis ( menurut arti kata ) Psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam – macam gejalanya, proses maupunlatar belakangnya. Adapun tujuanya ialah ;
v  Untuk memperoleh paham tentang gejala – gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah laku sesama manusia pada umunya dan anak – anak pada khususnya
v  Untuk mengetahui perbuatan – perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai sarana untuk mengenal tingkah laku manusia atau anak.
v  Untuk mengetahui penyelenggaraan pendidikan dengan baik


 __________________________________________________________________________


DAFTAR PUSTAKA

Sumber website uin sunan kalijaga
Abu ahmadi, Drs. Psikologi umum. Surabaya : Bina ilmu, 1983
Adams, Sir john. The student guide. London : english Universities press Ltd, 1956
Arijo ( ir )cPedoman belajar. Jakarta : Kolff, 1955
Armstrong , William H. Study is Hard work. New york : Harper and Brothers Publiser,1956
Bimo walgito, Drs. Pengantar psikologi umum. Yogyakarta : yasbit fak.psikologi UGM, 1969
Bennet, M,E. College and life. Problems of self Discovery and self direction
Bode, Hendry cs. Hw we learn. Boston: D.C Heath and Company, 1936
 


                                                                  

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar