TUGAS MANDIRI
PEMAHAMAN PSIKOLIOGI DARI BERBAGAI ASPEK
DOSEN PENGAMPU : BPK.HENDRWAN ISKANDAR
No
|
Nama
|
Nik
|
Nim
|
1
|
TARSUDI
|
-
|
A.1.12.1143
|
PROGRAM
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS
KEGURUAN DAN TARBIYAH
UNIVERSITAS
DHARMA KUSUMA
SEGERAN –
INDRAMYU
2014
Jl.KH.Hasyim Asyari,
no.1/1 Ds.Segeran Kidul, Kec.Juntinyuat - Indramayu 45282
__________________________________________________________________________
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan berbagai nikmat, salah satu dapat menyelesikan tugas
mandiri ini, sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada jungjungan nabi
besar kita Muhammad SAW smoga kelak kita menadpatkan sfaatnya di yaumul kiamah
nanti. Amiin..
ucapkan terimakasih juga kami sampaikan kepada
:
1 1. Bpk.HENDRAWAN ISKANDAR selaku dosen mata kuliah Psikologi Pendidikan
2 2. Teman – teman yang telah membantu dalam penyelesaian tugas mandiri ini
3 3. Serta pihak – pihak lain yang turut serta dalam pembuatan tugas mandiri ini
Pemahaman akan Psikologi pendidikan amatlah
sangat penting buat kita yang akan
menjadi Guru, maka dari itu kami mencoba mencari dan memahami mata kuliah
Psikologi pendidikan ini semata – mata untuk bisa dijadikan rujukan atau
pegangan kelak menjadi seorang Guru sekolah.
Kami menyadari akan kekurangan dan
keterbatasan isi tugas mandiri ini namun
dengan segala kemampuan yang ada, insha Allah kami mencoba menguraikan dan
menjelaskan isi materi ini dari berbagai rujukan dengan baik. Dan kamipun siap
menampung segala kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kelancaran dan
perbaikan tugas Mandiri ini. “tidak ada gading yang tak retak, tidak ada
kesempurnaan kecuali hanya milik Allah semata”
Semoga bermanfaat.
Senin, 09 Juni 2014
Tarsudi
PENGANTAR
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB.I. PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
BAB.II. PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN PSIKOLOGI .
B.
PEMBAGIAN PSIKOLOGI
C.
TUJUAN MEMAHAMI PSIKOLOGI PENDIDIKAN
D.
HUBUNGAN
PSIKOLOGI DENGAN ILMU – ILMU LAIN
BAB.III. PENUTUP
A.
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
________________________________________________________________________
BAB.I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Guru dalam menjalankan
perannya sebagai pembimbing, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya,
tentunya dituntut memahami tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun
perilaku orang - orang yang terkait dengan tugasnya - terutama perilaku pesertadidik
dengan segala aspeknya, sehingga dapat menjalankan tugas dan perannya
secaraefektif, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi
pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Di
sinilah arti penting Psikologi Pendidikan, dengan memahami psikologi pendidikan
seorang guru melalui pertimbangan-pertimbangan psikologisnya diharapkan
dapat :
a.
Merumuskan tujuan pembelajaran
b. Memilih
strategi atau metode pembelajaran
c. Memilih alat bantu dan
media pembelajaran yang tepat
d. Memberikan bimbingan
atau bahkan memberikan konseling kepada peserta didiknya
e. Memfasilitasi dan memotivasi belajar
peserta didik
f. Menciptakan iklim belajar
yang kondusif
g. Berinteraksi secara bijak dengan peserta didiknya
h. Menilai
hasil pembelajaran dan
i.
Dapatmengadministrasikan
pembelajaran secara efektif dan efisien
Selain itu, dengan
memahami Psikologi Pendidikan para guru juga dapat memahami dan mengembangkan diri pribadinya untuk menjadi
seorang guru yang efektif dan patut diteladani. Penguasaan guru tentang psikologi pendidikan merupakan salah satu
kompetensi yang harus dikuasai guru, yakni kompetensi pedagogik. Muhibbin Syah
(2003) mengatakan bahwa diantara pengetahuan-pengetahuan yang perlu
dikuasai guru dan calon guru adalah pengetahuan
psikologi terapan yang erat kaitannya dengan proses belajar mengajar peserta
didik.
BAB.II
PEMBAHASAN
A. Pengertian psikologi
Psikologi berasal dari perkataan Yunani psyche yang artinya jiwa, dan logos
yang artinya ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis ( menurut arti kata )
Psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam –
macam gejalanya, proses maupunlatar belakangnya.
Berbicara tentang hal jiwa, terlebih dahulu kita harus
dapat membedakan antara nyawa dengan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang
adanya tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah (
organic behavior ), yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar.
Misalnya ; insting, refleksi, nafsu, dan sebagainya. Jika jasmani mati, maka
mati pulalah nyawanya.
Sedangkan jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat
abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan –
perbuatanpribadi (personal Behavior) dari hewan tingkat tinggi dan manusia.
Perbuatan pribadi ialah perbuatan sebgai hasil proses belajar yang dimungkinkan
oleh keadaan jasmani, rohani, sosial, dan lingkungan. Proses belajar ialah
proses untuk meningkatkan kepribadian dengan jalan berusaha mendapatkan
pengertian baru, nilai – nilai dalam menhadapi kontradiksi – kontadiksi dalam
hidup. Jadi jiwa mengandung pengertian – pengertian, nilai – nilai kebudayaan
dan kecakapan – kecakapan.
Mengenai soal jiwa sejak dahulu orang sudah memikirkan tentang asal tujuan
jiwa, hubungan jiwa dengan jasmani dan sebaginya. Pernyataan jiwa itu kita
namakan gejala – gejala jiwa, di antaranya mengamati, menanggapi, meningat,
memikirkan, dan sebagainya. Dari itulah orang kemudian membuat definisi ; Ilmu
jiwa yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia.
Menurut pandangan para
ilmuan :
v Secara harafiah (Syah, 1997 / hal.
7) Berasal dari bahasa Yunani, yang
terdiri dari dua kata yaitu : psyche dan logos.
v Psyche berarti jiwa dan logos
berarti ilmu. Jadi, psikologi berarti ilmu jiwa.
v William James (Syah, 1997/ hal. 8)
menganggap psikologi sebagai ilmu pengetahuan tentang kehidupan mental
v John B. Watson (Syah, 1997 / hal.8)
mengubah definisi psikologi menurut James menjadi ilmu pengetahuan tentang
tingkah laku (behaviour) organisme.
v Caplin (Syah, 1997 / hal.8 mendefinisikan psikologi sebagai
“..... the science of human and animal behavior, the study of of the organisme in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment” (Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan lingkungan).
“..... the science of human and animal behavior, the study of of the organisme in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment” (Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam dan kerumitannya ketika mereaksi arus dan perubahan lingkungan).
v Edwin G. Boring dan Herbert S. Langfeld (Sarwono dalam
Syah, 1997 / hal.8) mendefinisikan psikologi sebagai studi tentang hakikat
manusia.
v Poerbakawatja dan Harahap (Syah, 1997 / hal.8) membatasi
psiklogi sebagai “cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan aas
gejala-gejala dan kegiatan-kegiatan jiwa”. Dimana gejala-gejala dan
kegiatan-kegiatan jiwa tersebut meliputi respon organisme dan hubungannya
dengan lingkungannya.
v Syah (1997 / hal.9) membuat kesimpulan tentang pengertian
psikologi dari beberapa definisi di atas, dimana psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang menyelidiki dan membahas tingkah laku terbuka dan tertutup
pada manusia, baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan
lingkungan. Lingkungan
dalam hal ini meliputi semua orang, barang, keadaan dan kejadian yang ada di sekitar manusia
B. Pembagian Psikologi
adanya psikologi netafisis dan
psikologi empiris sebagaimana tersebut diatas, maka masih terdapat pembagian
yang lain sebagai berikut :
a)
Berdasrkan atas lapangan
v Psikologi umum : yaitu
ilmu jiwa yang mempelajari gejala –gejala kejiwaan manusia dewasa yang normal
dan beradab. Disini yang dipelajari ialah sifat – sifat pada umumnya, artinya
persamaan – persamaanya dari manusia dewasa yang normal dan beradab.
v Psikologi khusus : yaitu
ilmu jiwa yang mempelajri sifat – sifat khusus dari gejala – gejala kejiwaan
manusia. Yang termasuk psikologi khusus
ialah sebagai berikut :
1.
Ilmu jiwa anak, yaitu ilmu jiwa yang mempelajari jiwa anak sejak lahir
hingga dewasa
2.
Ilmu jiwa perkebangan, yaitu mempelajri bagaimana terjadi dan berkembangnya
kehidupan jiwa anak – anak normal
3.
Ilmu jiwa kriminal, yaitu mempelajari soal – soal yang berhubungan dengan
kejahatan, misalnya untuk mengetahui dasar dan alasan – alasan berbuat jahat
4.
Psikopatologi , yaitu mempelajari tentang penyakit - penyakit jiwa atau kelainan – kelainan jiwa
seseorang
5.
Ilmu watak (karakterologi) yaitu mempelajari watak seseorang atau golongan
6.
Massa psikologi, yaitu mempelajri gejala – gejala yang terjadi pada
himpunan manusia banyak
7.
Ilmu jiwa golongan, yaitu mempelajari gejala – gejala jiwa dalam golongan
hidup, misalnya guru, hakim, buruh, pelajar, dan sebagainya.
8.
Ilmu jiwa bangsa- bangsa, yaitu mempelajari gejala – gejala dalam tiap
–tiap bangsa, misalnya bangsa Indonesia, india, Tionghowa dan sebagainya.
b) Berdasarkan atas
kegunaanya
Berdasarkan kegunaanya ilmu
jiwa dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
1.
Ilmu jiwa teoretis, ialah ilmu jiwa yang mempelajari gejala – gejala
kejiwaan untuk gejala –gejala itu sendiri. Jadi, belum dihubungkan dengan
praktek hidup sehari – hari, melainkan mempelajri gejala – gejala tersebut
sebagai pengetahuan saja, untuk menambah pengetahuan tentang kejiwaan.
2.
Ilmu jiwa praktis, ialah ilmu jiwa yang mempelajari segala sesuatu tentang
jiwa untuk digunakan dalam praktek.
C. Tujuan memahami psikologi
pendidikan
Pada garis besarnyaorang mempelajari ilmu jiwa adalah untuk menjadikan
manusia supaya hidaupnya baik, bahagia dan sempurna. Banyak peroalan –peroalan
yang dibantu dan diselesaikan oleh ilmu jiwa. Misalnya persoalan – persoalan
manusia yang hidup di pabrik, disekolah, disawah, dan sebgainya. Dan dalam ilmu
jiwa manusia tidak ragu –ragu lagi mengubah cara – cara hidup, tingkah laku,
dan pergaulan dalm masyarakat.
Dahulu orang menyangka bahwa
orang gila itu disebabkan karena badanya kemasukan setan, tetapi orang sekarang
sudahberubah pendapatnya. Dahulu orang menyangka bahwa orang berbuat kejahatan
itu hanya terdapat pada orang – orang dewasa saja tetapi sekarang orang
berpendapat bahwa kejahatan itu juga terdapat pada anak –anak, disebabkan
warisan dari orang tuanya. Dahulu orang sering marah terhadap anaknya apabila
tidak mau belajar, tetapi ahli – ahli psikologi sekarang tidak demikian.
Demikian seterusnya.
Apa sebab ahli – ahli psikologi
tidak marah terhadap yang tidak mau belajar ? sebab ahli – ahli psikologi sudah
mengetahui jiwa anaknya. Mungkin pelajaran yang diberikan kepada anaknya itu
tidak sesuai dengan jiwanya dan bakat anak. Karenanya anak tidak mau dan segan
belajar.
Jadi tegasnya, ilmu jiwa adalah
bertujuan untuk memberi kesenangan dan kebahagiaan hidup manusia. Dan orang
yang ingin sukses dalam segala – galanya harus mengetahui dasar – dasar dari
ilmu jiwa.
a. Sudagar, penting
mengetahui dasar –dasar jiwa, supaya dapat melayani pembeli dengan baik
b. Hakim, tanpa mengetahui
dasar – dasar jiwa tak munkin mereka dapat menjatuhkan hukuman dengan
baik/tepat.
c. Polisi, tanpa mengetahui
dasar –dasar jiwa tak munkin dapat mengetahui dan melaksanakan kepdanaan dengan
baik.
Disamping itu ilmu jiwa juga
sangat penting dalam kalangan pendidikan, bahkan sangat erat hubunganya .
misalnya :
Ali mengajar si B aljabar. Disini ada dua objek, yaitu sebagai berikut ;
v
Ali harus mengetahui jiwa si B
v
Ali harus mengetahui pengetahuan aljabar
Oleh karena adanya ilmu jiwa
maka timbulah soal –soal penting di dalam mengajar dan mendidik. Sebab soal
megajar dan mendidik harus benar – benar mengetahui jiwa seseorang. Namun
demikian setelah kita mngetahui ilmu jiwa apakah usaha kita selalu sukses 100 %
, apa benar – benar dapat bahagia dan sempurna ?
Ternyata belum, karena segala
sesuatu benar – benar banyak terletak di tangan Tuhan. Manusia wajib
berikhtiar, tetapi sedikit hasil ilmu jiwa yang telah dicapai dalam kehidupan
manusia khususnya dalam bidang pendidikan. Hal ini disebabkan adanya :
v
Perbedaan warisan, yaitu sifat yang diwarisi dari ornag tua masing – masing
berbeda
v
Perbedaan lingkungan, mislanya ; sifat orang jawa dengan sumatra berbeda,
sebab lingkungan mereka berbeda.
v
Perbedaan kelamin, misalnya sifat orang laki – laki dengan sifat orang
perempuan berbeda. Jiwa mereka pun berbeda pula. Dan seterusnya.
Dari uraian – uraian tersebut
dapatlah diambil kesimpulan, bahwa tujuan dan gunanya mempelajari ilmu jiwa
ialah :
a. Untuk memperoleh paham tentang
gejala – gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah laku
sesama manusia pada umunya dan anak – anak pada khususnya
b. Untuk mengetahui perbuatan
– perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai sarana untuk mengenal tingkah
laku manusia atau anak.
c. Untuk mengetahui
penyelenggaraan pendidikan dengan baik.
D. Hubungan psikologi dengan
ilmu – ilmu lain
Psikologi ilmu yang
mempelajari keadaan manusia sudah barang tentu mempunyai hubungan dengan ilmu –
ilmu lain, yang sama – sama mempelajari ilmu tentang keadaan manusia. Hal ini
akan memberi gambaran bahwa manusia sebagai mahluk hidup tidak hanya dipelajari
oleh psikologi saja, tetpai dipelajari oleh ilmu - ilmu lain. Manusia sebagai mahluk budaya
maka psikologi akan mempunyai hubungan dengan ilmu – ilmu kebudayaan, dengan
filsafat, dengan antropologi, sosiologi, biologi, dan lain sebagainya. Dan
bagian ini akan ditinjau hubungan psikologi dengan beberapa ilmu pengetahuan
sebagai berikut :
a. Hubungan psikologi dengan
filsafat
Psikologi adlah ilmu yang sudah berkembang sejak abad ke 17 dan abad ke 18
serta tampak pesat kemajuanya pada abad ke 20. Pada awalnya ilmu ini bagian
dari filsafat, sebagai mana ilmu – ilmu yang lain, misalnya ilmu Hukum,
ekonomi, dan sebagainya. Psikologi kemudian memisahkan diri dari filsafat,
namun masih tetap mempunyai hubungan dengan filsafat, terutama mngenai hal –
hal yang menyangkut sifat hakikat serta tujuan dari ilmu pengetahuan.
b. Ilmu psikologi dengan ilmu
pengetahuan alam
Ilmu pengetahuan alam mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan psikologi. Dengan
memisahkan diri dari filsafat, ilmu pengetahuan alam mengalami kemajuan yang
sangat cukup cepat, hingga ilmu pengethuan lam menjadi contoh bagi perkembangan
ilmu – ilmu lain, termasuk ilmu psikologi, khususnya metode ilmu pengetahuan
mempengaruhi perkembangan metode dalam psikologi.
Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa
psikologi mempunyai hubungan antara lain dengan biologi, sosiologi, filsafat,
dan ilmu pengetahuan alam, tetapi tidak berarti bahwa psikologi tidak mempunyai
hubungan dengan ilmu – ilmu lain diluar ilmu – ilmu tersebut. Tetapi sebaliknya
setiap cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan manusia akan kurang
sempurna apabila tidak mengambil pelajaran dari psikologi. Dengan demikian akan
mendapat hubungan yang timbal bailk.
c. Hubungan psikologi dengan
biologi
Biologi sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kehidupan,
berarti bahwa semua benda yang hidup menjadi objek biologi. Oleh karena biologi
ber objekan benda – benda yang hidup,
maka cukup banyak ilmu – ilmu yang tergabung di dalamnya. Maka baik biologi
maupun psikologi sama – sma membicrakan manusia.
Seperti yang dikemukakan
diatas bahwa disamping adanya hal –hal yang sama – sama di pelajari atau
diperbincangkan oleh kedua ilmu itu, misalnya soal keturunan. Ditinjau dari hal
biologi ialah hal – hal yang berhubungan dengan aspek – aspek kehidupan yang
turun temurun dari suatu generasi ke generasi lain. Soal keturunan juga di
pelajari oleh psikologi, misalnya tentang sifat, intelegensi, dan bakat. Karena
itu kurang sempurna kalau kita mempelajari psikologi, sebab ilmu – ilmu ini
amat membantu di dalam mempelajari ilmu psikologi.
d. Hubungan psikologi dengan
sosiologi
Manusia sebagai mahluk sosial juga menjadi objek sosiologi. Sosiologi
sebagai ilmu, pengetahuan yang berhubungan dengan manusia, mempelajari manusia
di alam masyarakatnya. Karena itu baik psikologi maupun sosiologiyang sma –
sama membicarakan manusia, tidak lah mengherankan kalau suatu saat adanya titik
pertemuan didalam meninjau manusia, misalnya soal tingkah laku.tinjauan
sosiologi yang penting ialah hidup bermasyarakat, sedangkan tinjauan psikologi
bahwa tingkah laku sebgai manifestasi hidup kejiwaan yang didorong oleh moral
tertentu hingga manusia itu bertingkah laku atau berbuat.
e. Hubungan psikologi dengan
pedagogik
Kedua ilmu ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena mempunyai
hubungan timbal balik. Pedagogik sebagai ilmu yang bertujuan untuk memberikan
bimbingan hidup manusia sejak dari lahir sampai mati tidak akan sukses, bila
mana tidak mendasarkan diri pada psikologi., yang tugasnya memang menunjukan
perkembangan hidup manusia sepanjang masa, bahkan ciri dan wataknya serta
kepribadianya ditunjukkan oleh psikologi. Dengan emikian pedagogik baru akan
tepat mengenai sasaran, apabila dpat memahami langkah – langkahnya sesuai
dengan petunjuk psikologi. Oleh karena sangat eratnya tugas antara keduanya,
maka timbul education psychology ( ilmu jiwa pendidikan )
f.
Hubungan psikologi dengan agama
Psikologi dengan agama merupakan dua hal yang sangat erat hubunganya,
mengingat agama sejak turunya kepada Rosul diajarkan kepada manusia dengan
dasar – dasar yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi psikologi pula. Tanpa
dasar agama sulit mendapat tempatdi dalam jiwa manusia. Di dalam agama terdapat
ajaran tentang bagaimana agar manusia mau menerima petunjuk tuhanya, sehingga
manusia itu sendiri tapa paksaan bersedia menjadi hambanya yang baik dan taat.
Contoh psikologi dan agama mempunyai hubungan erat dalam memberikan
bimbingan manusia adalah terhadap manusia yang berdosa pada manusia yang
melanggar norma tersebut dapat mengakibatkan perasaan nestapa dalam dirinya
meskipun hukuman lahirnya tidak diberikan terhadapnya. Psikologi memandang
bahwa orang yang berdosa itu berarti telah menghukum dirinya sendiri. Dari
perihal tersebut maka lahirnya psikologi agama ( psychology of religion ) yang
objek pembahsan antara lain ; bagaimanakah perkembangan kepercayaan kepada
tuhan masa kanak – kanak sampai dewasa dan kapan terjadinya kemantapan hidup
keagamaan seseorang, bagaimana perbedaan tingkah laku orang yang beragama
dengan yang tidak beragama dan lain sebagainya.
_________________________________________________________________________
BAB.III.
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas dapat kami simpulkan, bahwa pendidikan psikology dalam dunia pendidikan
sangatlah penting baik itu tentang
pengertian, tujuan, bahkan hubungan – hubungan antara pendidikan psikologi
dengan pendidikan – pendidikan lainya. Diman pengetian Psikologi ialah ; Psikologi
berasal dari perkataan Yunani psyche yang artinya jiwa, dan logos yang artinya
ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologis ( menurut arti kata ) Psikologi
artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam – macam
gejalanya, proses maupunlatar belakangnya. Adapun tujuanya ialah ;
v Untuk memperoleh paham
tentang gejala – gejala jiwa dan pengertian yang lebih sempurna tentang tingkah
laku sesama manusia pada umunya dan anak – anak pada khususnya
v Untuk mengetahui perbuatan
– perbuatan jiwa serta kemampuan jiwa sebagai sarana untuk mengenal tingkah
laku manusia atau anak.
v Untuk mengetahui
penyelenggaraan pendidikan dengan baik
__________________________________________________________________________
DAFTAR PUSTAKA
Sumber website uin sunan kalijaga
Abu ahmadi, Drs. Psikologi umum. Surabaya : Bina ilmu, 1983
Adams, Sir john. The student guide. London : english Universities press
Ltd, 1956
Arijo ( ir )cPedoman belajar. Jakarta : Kolff, 1955
Armstrong , William H. Study is Hard work. New york : Harper and Brothers
Publiser,1956
Bimo walgito, Drs. Pengantar psikologi umum. Yogyakarta : yasbit
fak.psikologi UGM, 1969
Bennet, M,E. College and life. Problems of self Discovery and self
direction
Bode, Hendry cs. Hw we learn. Boston: D.C Heath and Company, 1936

Tidak ada komentar:
Posting Komentar